|


|
Starbucks dan Kopi
Istilah
emas hitam biasanya dipakai untuk mengambarkan minyak. Namun,
istilah ini juga ada hubungannya dengan warung-warung kopi yang
diciptakan oleh Howard Schultz, pemimpin utama Starbucks. Ketika
melakukan perjalanan di Italia pada tahun 1983, Schultz tertarik
dengan budaya bar kopi di sana. Dia sangat antusias dengan
prospek pertumbuhan di Amerika Serikat karena Milan, sebuah kota
seukuran Philadelphia didukung oleh 1,500 bar espresso. Schultz
mampu meyakinkan bos Starbucks untuk menjual espresso pada
sebuah toko baru di Seattle di tahun 1984. Namun, mereka enggan
terjun ke bisnis kopi yang sudah mapan. Sebagai hasilnya,
Schultz memulai operasi bar kopinya sendiri pada tahun 1985.
Dewasa ini, Starbucks melayani 20 juta orang setiap minggu
melalui ribuan outletnya. Setiap tahun, Starbucks menambah
sebanyak 1,000 toko di seluruh dunia. Karena perusahaan cafe ini
go public pada tahun 1992, penjualan Starbucks telah naik
20 persen setiap tahun dan keuntungan rata-rata 30 persen setiap
tahun. Merek Starbucks adalah salah satu merek global yang
paling cepat pertumbuhannya menurut survey terkini Business
Week.
Analis bisnis eceran yakin bahwa keunggulan kompetitif Starbucks
didasarkan pada program pelatihan perusahaan yang baik sekali,
program pilihan saham bagi pekerja, dan paket manfaat dan
kesehatan (bahkan untuk karyawan part-time), serta
keunggulan campuran kopinya. Ini berarti bahwa warung-warung
kopi Starbucks umumnya beroperasi lebih baik, dan memiliki
atmosfir yang lebih baik, dan memiliki suasana yang lebih hangat
dibandingkan banyak pesaing lainnya. diterjemahkan oleh
Charles Roring
dari
Starbucks and Coffee
|