|
Diabetes dan Gaya Hidup Santai
Jumlah penderita diabetes tipe 2 meningkat pesat dalam jangka
waktu lima puluh tahun belakangan ini. Di samping itu, semakin
banyak orang memiliki tingkat gula darah (blood sugar level),
yang meskipun belum cukup dikategorikan sebagai diabetes,
terlalu tinggi untuk kesehatan yang baik. Kondisi ini dikenal
dengan sebutan glucose intolerance atau prediabetes.
Peningkatan
jumlah penderita diabetes tipe 2 di seluruh dunia sebagian besar
disebabkan oleh gaya hidup sedentary atau gaya hidup yang tidak
terlalu membutuhkan aktivitas atau gerak tubuh yang banyak.
Di pagi hari setelah bangun dari tidur, kita tinggal membuka
keran bak mandi untuk mengisinya. Padahal di zaman dulu, orang
harus berjalan sejauh beberapa ratus meter untuk mengambil air
di sungai dan memikulnya ke rumah. Setelah mandi dan berpakaian,
kita tidak lagi berjalan kaki memikul cangkul ke sawah untuk
bekerja. Kendaraan umum maupun pribadi dengan nyaman mengantar
kita ke kantor. Sesampainya di tempat kerja kita tidak perlu
naik tangga ke lantai 3 atau 4. Dengan menekan tombol, pintu
lift terbuka dan lift akan mengantar kita ke sana. Di tempat
kerja pun, yang kita lakukan hanyalah menekan tombol-tombol di
keyboard komputer. Tidak ada lagi pekerjaan mencangkul atau
membajak sawah seperti yang dilakukan oleh para petani di
kampung. Kebanyakan dari kita menghabiskan hari sepenuhnya
dengan mengetik di depan komputer dan menjawab telpon.
Di sore hari, ketika kita kembali ke rumah, tidak banyak
pekerjaan fisik yang kita lakukan. Setelah mandi, kebanyakan
dari kita akan duduk bersantai di sofa dengan secangkir kopi
atau teh manis di meja. Kita akan menonton tv hingga jam makan
malam tiba. Setelah itu, mungkin kita akan membaca buku atau
berbicara dengan pasangan kita sebelum pergi tidur.
Gaya hidup kurang aktivitas gerak badan (sedentary lifestyle)
ini terus berulang selama bertahun-tahun sehingga tanpa kita
sadari, tubuh kita menjadi gemuk karena kurang berolahraga serta
pada akhirnya tingkat gula darah dalam tubuh kita mencapai lebih
dari 200 mg/dL saat diperiksa dengan Oral Glucose Tolerance
test. Pada saat itulah kita baru menyadari bahwa kita telah
terkena penyakit Diabetes Tipe 2.
Nah, sebelum semua itu terjadi, mari kita ubah gaya hidup kita
dengan lebih banyak aktivitas gerak badan atau olah raga serta
mengkonsumsi makanan yang sehat. oleh
Charles Roring
Amazon Store
Baca juga:
|