PENDUDUK DOREY PELUKIS DAN PEMAHAT ULUNG

 

Alfred Russel Wallace

 

Aneh bila melihat bahwa kecintaan yang besar terhadap seni berdampingan dengan tingkat peradaban yang begitu rendah. Orang-orang Dorey adalah pemahat dan pelukis yang ulung. Bagian-bagian luar rumah mereka, di mana saja ada papan, akan dipenuhi dengan figur-figur tertentu. Kedua ujung perahu yang tinggi diberi banyak ornamen figur telanjang, yang dipahat dari kayu balok, dan desainnya sering sangat bagus, seperti kepala manusia, atau lancip. Kerap kali ada figur manusia dengan sekumpulan bulu kasuari yang menyerupai rambut orang Papua. Pelampung dari senar pancing, pemukul kayu yang digunakan untuk melunakkan tanah liat guna membuat barang pecah belah, kotak tembakau, dan barang-barang perlengkapan rumah tangga mereka, diselubungi oleh ukiran yang penuh cita rasa dengan rancangan elegant. Tidakkah kita sadari bahwa cita rasa dan ketrampilan seperti itu berdampingan dengan barbarisme penuh, kita hampir tidak dapat mempercayai bahwa orang-orang ini, di pihak lain, sangat membutuhkan, kenyamanan, atau kelemahlembutan dalam segala hal. Tetapi hal inilah yang menjadi masalah. Mereka hidup di gubuk-gubuk yang kumuh, semerawut, dan menyengsarakan, yang sepenuhnya tidak memiliki apapun yang disebut perabotan (furniture), tak satu pun bangku, kursi, atau meja di dalamnya, nampaknya mereka belum mengenal sapu, dan pakaian yang mereka kenakan sering berupa kulit kayu, kain perca, atau kain karung. Sepanjang jalan setapak yang mereka lalui ke kebun, tak satupun cabang atau ranting yang dipangkas, sehingga anda harus berjalan menembus semak-semak, merangkak di bawah pepohonan rubuh dan tanaman rambat yang melingkar, berenang di dalam kubangan lumpur, yang tidak dapat kering karena cahaya matahari tidak dapat menembus. Makanan mereka kebanyakan umbi-umbian dan sayuran, sedangkan ikan atau daging binatang liar hanyalah sesekali merupakan sebuah kemewahan, oleh karena itu mereka sangat mudah menderita penyakit kulit, khususnya anak-anak nampak begitu sengsara, sekujur tubuh mereka dipenuhi bisul. Jika orang-orang ini tidak terbelakang, dimana akan kami temukan yang seperti ini? Malahan mereka memiliki semua kecintaan yang penuh terhadap seni rupa. Mereka menghabiskan waktu-waktu senggangnya dalam membuat karya-karya yang cita rasa dan keanggunan akan sering dikagumi dalam sekolah-sekolah desain kita!

 

Ekspedisi Alfred Russel Wallace ke Teluk Dorey

Berikut ini adalah kisah perjalanan Alfred Russel Wallace ke Teluk Dorey New Guinea (sekarang Manokwari, Papua) pada tahun 1858 sebagaimana diuraikannya dalam Chapter XXXIV dari bukunya yang berjudul The Malay Archipelago

  1. Burung Cendrawasih adalah spesies endemik di PapuaPelayaran ke  New Guinea

  2. Meeting withBertemu dengan Dua Penginjil Otto dan Geisler

  3. Kampung Dorey

  4. Membangun rumah di Teluk Dorey New Guinea

  5. Mengunjungi suku Arfak di belakang Gunung Meja

  6. Berburu dan Mempelajari Serangga

  7. Kanguru Pohon

  8. Burung Surga (Cendrawasih) semakin langka

  9. Jatuh Sakit

  10. PENDUDUK DOREY PELUKIS DAN PEMAHAT ULUNG

  11. COLEOPTERA KECIL

  12. SEMUT DAN LALAT

  13. PULANG KE TERNATE

Home | Contact Us | About us | Site Map | Free English Lessons | TOEFL Preparation | English Books | American Mosaic | Grammar | General English | Sample Conversation | Readings | TOEIC Preparation | Business English | Health and Lifestyle