COLEOPTERA KECIL

 

Alfred Russel Wallace

 

Honai a traditional wooden house Selama paruh berikutnya dari keberadaan saya di New guinea cuaca sangat basah, juru tembak satu-satunya yang saya miliki sakit, dan burung-burung menjadi lebih sulit didapat, sehingga satu-satunya yang menjadi aktivitas saya adalah perburuan-serangga. Saya bekerja keras sekali setiap jam ketika cuaca baik, dan setiap hari mendapatkan sejumlah spesies baru. Setiap pohon mati dan batang pohon yang rubuh diperiksa dan diperiksa lagi; dan di antara dedaunan kering membusuk, yang masih mengantung di pohon-pohon tertentu yang telah ditebang, saya menemukan banyak sekali Coleoptera kecil. Sekalipun setelah itu saya tidak pernah menemukan begitu banyak kumbang yang besar dan bagus seperti di Borneo, tetapi saya menemukan spesies yang banyak varietasnya. Selama dua atau tiga minggu pertama, ketika saya sedang mencari di tempat terbaik, saya mendapatkan kira-kira 30 jenis kumbang yang berbeda-beda dalam satu hari, di samping kupu-kupu kira-kira dalam jumlah separuhnya, dan beberapa serangga dari ordo lain. Tetapi setelah itu, sampai pada minggu yang paling terakhir, saya rata-ratakan 49 spesies per hari. Pada tanggal 31 Mei 1858, saya dapatkan 78 jenis yang berbeda, suatu jumlah yang lebih besar dari pada yang pernah saya tangkap sebelumnya, diperoleh terutama di antara pohon-pohon mati dan di bawah kulit kayu yang telah membusuk. Dengan berjalan kaki cukup jauh ke atas sebuah bukit di hari yang cerah, dan di antara tanaman-tanaman penduduk. Saya menangkap segala sesuatu yang tidak umum yang muncul di hadapan saya, saya memperoleh 60 spesies; tetapi di hari terakhir dari bulan Juni saya membawa pulang ke rumah kumbang tidak kurang dari 95 jenis yang berbeda, suatu jumlah yang lebih besar dari pada yang pernah saya dapatkan sebelumnya. Itu adalah hari yang panas dan baik, sehingga saya membaktikan diri sepenuhnya mencari di antara daun-daun mati yang membusuk, dan berburu di bawah kulit kayu yang membusuk, dan di semua tempat-tempat yang saya telah temukan selama berjalan kaki. Saya keluar rumah dari jam sepuluh pagi sampai jam tiga sore, dan saya menghabiskan enam jam bekerja di rumah untuk menyematkan, menata semua spesimen, dan memisahkan spesies-spesies tersebut. Walaupun saya telah melakukan hal ini setiap hari selama dua bulan setengah, dan memperoleh lebih dari 800 spesies Coleoptera, pekerjaan hari ini menambahkan 32 spesies baru. Di antaranya adalah 4 Longicorns, 2 Caribidae, 7 Staphylinidae, 7 Curculionidae, 2 Copridae, 4 Chrysomelidae, 3 Heteromera, 1 Elates, dan 1 Buprestis. Bhkan di hari terakhir ketika saya pergi keluar, saya memperoleh 10 spesies baru. Sekalipun saya mengumpulkan lebih dari seribu macam kumbang yang berbeda di suatu wilayah kurang lebih satu mil persegi selama tiga bulan menetap di Dorey, saya tidak dapat yakin bahwa ini mewakili setengah dari spesies yang benar-benar mendiami tempat yang sama, atau seperempat dari apa yang dapat saya peroleh di suatu daerah dalam radius dua puluh mil ke setiap arah.

 

Ekspedisi Alfred Russel Wallace ke Teluk Dorey

Berikut ini adalah kisah perjalanan Alfred Russel Wallace ke Teluk Dorey New Guinea (sekarang Manokwari, Papua) pada tahun 1858 sebagaimana diuraikannya dalam Chapter XXXIV dari bukunya yang berjudul The Malay Archipelago. Perjalanan beliau mengelilingi seluruh wilayah nusantara (termasuk kawasan Malaysia) sangatlah bermanfaat bagi masyarakat di kawasan ini mengingat ia telah meninggalkan sebuah dokumen perjalanan yang cukup penting dilihat dari sejarah alam, keadaan penduduk pada masa itu serta bagaimana sulitnya seorang peneliti melakukan tugasnya demi pengembangan ilmu pengetahuan.

  1. Burung Cendrawasih adalah spesies endemik di PapuaPelayaran ke  New Guinea

  2. Meeting withBertemu dengan Dua Penginjil Otto dan Geisler

  3. Kampung Dorey

  4. Membangun rumah di Teluk Dorey New Guinea

  5. Mengunjungi suku Arfak di belakang Gunung Meja

  6. Berburu dan Mempelajari Serangga

  7. Kanguru Pohon

  8. Burung Surga (Cendrawasih) semakin langka

  9. Jatuh Sakit

  10. People Orang Dorey seniman dan pemahat ulung

  11. Serangga kecil Coleoptera

  12. Semut dan lalat

  13. Kembali ke Ternate

Home | Contact Us | About us | Site Map | Free English Lessons | TOEFL Preparation | English Books | American Mosaic | Grammar | General English | Sample Conversation | Readings | TOEIC Preparation | Business English | Health and Lifestyle