|
Daya
Tarik Wisata di Manokwari Papua
oleh
Charles Roring
Sebelumnya saya telah katakan bahwa Manokwari adalah daerah tujuan wisata
yang baik di tanah Papua. Mengapa demikian? Apa saja yang bisa dijumpai oleh
para wisatawan ketika mengunjungi daerah ini? Tentu saja pernyataan saya
memiliki alasan yang baik sehingga saya berani mempromosikan Manokwari di
website ini. Okay, pada beberapa paragraf berikut, saya akan menjelaskan
beberapa daya tarik wisata di Manokwari yang terbagi dalam tiga wilayah utama
yakni hutan dan pegunungan, kota dan masyarakatnya, serta pantai dan terumbu karang.
Masing-masing wilayah wisata itu akan saya jelaskan sebagai berikut:
Hutan dan Pegunungan
Di kaki Gunung Meja
Manokwari ada sebuah penginapan murah. Namanya
Penginapan Kagum. Wisatawan asing
suka menginap di situ karena disamping nyaman dan terjangkau harganya,
penginapan ini dekat dengan lokasi hutan yang ingin mereka kunjungi. Hutan hujan tropis memegang peranan penting bagi kehidupan masyarakat Papua.
Hutan adalah lokasi untuk sumber makanan, kayu dan inspirasi seni. Di samping
itu hutan berguna untuk menyerap CO2 yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas
masyarakat dunia.

Pohon-pohon tinggi di hutan Gunung Meja yang terletak di dekat kota
telah lama menjadi rumah bagi burung-burung langka endemik Papua seperti
Kakaktua Putih, Kakaktua Raja, Taun-taun. Bermacam-macam anggrek hidup pula di
pepohonan yang hijau tersebut. Hutan di
daerah pantai masih banyak didiami oleh satwa liar seperti soa-soa, ular, kuskus
dan bermacam-macam burung kecil lainnya. Tanaman-tanaman tropis baik yang
memiliki khasiat sebagai obat ataupun yang menghasilkan buah-buahan banyak kita
jumpai di hutan tersebut. Buah-buah ini merupakan sumber makanan utama bagi
berbagai jenis binatang liar yang hidup di dalam hutan tropis Papua. Ketika kita
berjalan menyusuri belantara hutan Gunung Meja, terutama di musim hujan, akan
mudah sekali kita menjumpai jamur yang memiliki bentuk yang indah dan menawan.
Bunga-bunga hutan merupakan penghias alam yang menyediakan nektar bagi kupu-kupu
dan burung-burung kecil. Kali-kali kecil yang menuju ke laut adalah tempat
hidupnya ikan, kepiting yang bentuknya unik. Perjalanan sepanjang lereng Gunung
Meja merupakan sebuah pengalaman yang mengejutkan karena di beberapa tempat,
masih nampak sisa-sisa terumbu karang purba yang hidup di daerah itu ribuan atau
jutaan tahun yang lalu. Karena tekanan tektonik lapisan bumi maka tempat yang
dulunya adalah dasar laut terangkat jauh dari permukaan laut hingga ratusan
meter lalu membentuk Gunung Meja.

Oleh karena itu,
hutan gunung meja yang kaya akan spesies tumbuhan, serangga maupun hewan tidak
hanya menjadi tempat yang ideal bagi pariwisata yang berorientasi lingkungan
tetapi juga bagi tujuan-tujuan pendidikan. Ada beberapa tempat di kawasan ini yang memiliki
gua alam. Gua-gua tersebut berada di daerah yang terpencil sehingga sangat
sedikit sekali orang yang mengetahui tentang keberadaannya. Di dalam sana, kita
bisa menjumpai kelelawar-kelelawar kecil, kadal dan serangga kecil.
Kota Manokwari dan
Masyarakatnya
Manokwari memanjang
sesuai alur Teluk Dorey - tempat yang dijadikan oleh seorang peneliti alam
Alfred Russel Wallace sebagai wilayah penelitian di tahun 1858. Kota yang dulu
hanya berupa perkampungan kecil, kini telah berubah menjadi sebuah ibu kota
Provinsi dengan perkembangan pembangunan yang pesat sekali. Di sini, para
wisatawan bisa bertemu dengan seniman-seniman yang memiliki talenta yang tinggi.
Mereka menenun kain secara manual, membuat ukir-ukiran yang terbuat dari kayu,
melukis pemandangan dan beraneka ragam satwa maupun tanaman Papua, serta
menyuguhkan tari-tarian bergaya Pasifik yang indah dan menawan. Lagu-lagu tradisional Papua
diputar oleh para sopir taksi, stasiun radio FM yang CDnya bisa dibeli di
toko-toko kaset atau pasar. Pasar tradisional di Kota Manokwari ada dua buah
yakni Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi. Di sini wisatawan bisa menikmati
bermacam-macam buah yang diproduksi oleh petani-petani lokal. Terkadang
binatang-binatang buruan seperti babi hutan, tikus tanah, dan daging rusa dijual
oleh penduduk asli. Tempat para nelayan menjual ikan terletak beberapa puluh
meter dari pasar induk. Di Malam hari, warung makan di pinggir jalan dan
restoran menyediakan bermacam-macam makanan dari yang bergaya Papua hingga yang
bercita rasa Jawa, Minahasa maupun Mandarin. Seafood tersedia di hampir semua
restoran yang ada di kota ini.

Pantai, Pulau dan Terumbu
Karang
Masyarakat kota
Manokwari suka sekali berenang di Pantai Pasir Putih setiap hari Minggu atau
hari-hari libur lainnya. Perjalanan ke pantai itu lamanya kurang lebih sepuluh
menit dari kota. Di samping pantai pasir putih, ada juga pantai Amban yang
menghadap lautan pasifik. Deburan ombak begitu kuat terdengar hingga kawasan
hutan gunung meja. Di tengah-tengah Teluk Dorey terdapat tiga buah pulau,
Mansinam, Lemon dan Raimuti. Pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang Eropa mendarat di
Pulau Mansinam untuk menyebarkan injil kepada penduduk asli Papua. Untuk
menghormati kedua penginjil itu, sebuah monumen salib besar dibangun di sana.
Teluk Dorey adalah kawasan penyelaman terumbu karang dan bangkai kapal yang
sangat terkenal di Indonesia bahkan di dunia. Beberapa bangkai kapal besar dan
kecil berbaring di dasar laut sekitar Pulau Mansinam dan Pulau Lemon serta
Pantai Pasir Putih. oleh
Charles Roring
Manokwari Map |
Where is Manokwari? |
Souvenir Shops |
Travel Attractions |
Accommodation
in Manokwari | Professional Guide
Travel Guide
Manokwari
The following articles are my recommendation, stories and
experience when guiding foreign tourists who come to Manokwari of West
Papua to enjoy the
beauty of its natural scenery and the hospitality of the indigenous people. This
website is aimed at promoting eco-tourism in the region to create jobs among the
indigenous people and
awareness among us about the importance of protecting and preserving tropical rainforest that is now facing
extinction due to rapid deforestation.
Happy
Traveling
Charles Roring (click to e-mail me)
Tourist Guide
If you want to read
more stories about travel in Manokwari of West Papua, you can see my other blogs
at the following addresses:
Manokwari Papua
Papuan Art and
Culture Stories
My personal
diary on Manokwari Eco-tourism activities
|